Does Cheryl think everyone would celebrate her birthday?

#1 Albert’s statement “I know that Bernard does not know too” implies: We eliminate May and June, because it contains unique days (18 and 19).. otherwise, Bernard would have known the birthday since the beginning and this puzzle would lose its meaning.

May 15 May 16 May [19]

Jun 16 Jun 17 Jun [18] Jun 20 Jun 22

Jul 15 Jul 16

Aug 14 Aug 20 Aug 22

Sep 14 Sep 16 Sep 17 Sep 20

#2 Bernard’s statement “I did not know when Cheryl’s birthday is and now I still don’t.” implies: We eliminate Jul 15, Sep 17, and Aug 22 (unique days). otherwise, Bernard would have known the birthday at this step, and it would be way too easy to solve (but of course we couldn’t solve the date being told to David.. and David wouldn’t have the chance to speak).

May 15 May 16 May [19]

Jun 16 Jun 17 Jun [18] Jun 20 Jun 22

Jul [15] Jul 16

Aug 14 Aug 20 Aug [22]

Sep 14 Sep 16 Sep [17] Sep 20

#3 Albert’s statement “I still don’t know when Cheryl’s birthday is.” implies: We eliminate Jul 16. Otherwise, we would end up at this stage giving no chance for David to even say Hello.

May 15 May 16 May [19]

Jun 16 Jun 17 Jun [18] Jun 20 Jun 22

Jul [15] Jul 16

Aug 14 Aug 20 Aug [22]

Sep 14 Sep 16 Sep [17] Sep 20

Here comes the tricky part…

#5 Albert’s statement “Having said that, I am sure David still does not know too.” implies: the birthday is on Sep, if it’s on Aug then David would have the possibility to know it given the date being told to him was either Sep 14 or Sep 20.

#6 At first, David didn’t know the day nor the month because the month being told to him was another month that we have eliminated instead of Aug/Sep (otherwise he would have know the month before Albert saying his last statement). But after the last statement from Albert he knows the month but not the date, because he is smart enough to realize what the implication of Albert’s last statement is. (I am still not sure about this.. I don’t know any other explanation, I put faith in his intelligence)

#7 At first, Bernard didn’t know the date because he was told other than 16 (the only unique day left). Otherwise, we would have finished on Sep 16 and we may not be able to solve what date has been told to David (or may answer it Aug 22 for convenience purpose)

May 15 May 16 May [19]

Jun 16 Jun 17 Jun [18] Jun 20 Jun 22

Jul [15] Jul 16

Aug 14 Aug 20 Aug [22]

Sep 14 Sep [16] Sep [17] Sep 20

Then, after the last statement from Albert, he knows it is on Sep. And he knows the exact date because it is either 14, or 20.

#8 The only possible way for David to knows the date is, he was told Jun 20, so he could eliminate 20 and hence know that the birthday is Sep 14. Because there was no other month which has 14 as possible day other than Sep and Aug (and we know from the previous deduction that month being told to David was other than Sep and Aug). And it also explains why he couldn’t know the date in #6, because he still confused between Sep 14 or Sep 16 (before Bernard eliminated Sep 16 in #7)

#9 Albert knows it because he’s also smart enough to conclude what David have said.

Now guys, I don’t know if this solution is correct.. but it’s pretty fun to try this puzzle. I made some mistake along the way:

#1-st Iteration I ended up discarding the siginificance of Albert’s last statement, so I picked Sep 16 as the birthday and, I don’t know how I picked Aug 22.

#2-nd Iteration I forgot to eliminate Aug 22 in #2. I also mixed up the sequence between Bernard’s last line and Albert’s 2nd (meaning that I eliminate Sep 16 first, and then thinking about the last statement from Albert). So it left me here:

May 15 May 16 May [19]

Jun 16 Jun 17 Jun [18] Jun 20 Jun 22

Jul [15] Jul 16

Aug 14 Aug 20 Aug [22]

Sep 14 Sep [16] Sep [17] Sep 20

And then, I got it reversed: thinking that the birthday is on Aug. So I got the birthday on Aug 14 and Cheryl’s told David Jun 20.

On the internet, I found someone got the birthday on Sep 14. I think he did just like this 2nd iteration but he forgot to eliminate Sep 16 instead of Aug 22 in this step. So, probably he got it like this before the final deduction.

May 15 May 16 May [19]

Jun 16 Jun 17 Jun [18] Jun 20 Jun 22

Jul [15] Jul 16

Aug 14 Aug 20 Aug [22]

Sep 14 Sep [16] Sep [17] Sep 20

Well, if the current solution is wrong then I’ll revise the post and put them on third iteration. So tell me if it’s wrong guys.

Advertisements

Tidak ada kata terlambat untuk keluarga: tentang makna yang dalam dari lagu So7 “Lapang Dada”

“Pernahkah anda merasa terlambat untuk menjadi orang tua yang baik, anak yang baik, atau kakak atau adik yang baik?”

Suatu hari pernah saya jalan kaki bersama seorang teman di sekitaran Orchard. Lama berteman tapi baru kali itu saya tahu hal-hal penting yang terjadi dalam hidupnya, keluarganya, pekerjaannya, dan rencana hidupnya ke depan (sekarang). Waktu itu saya ingat sempat menceritakan hal ini, yang saya dapatkan dari menonton sebuah interview bersama Eross Chandra tahun lalu.

Eross Chandra berbagi kisah tentang bagaimana dia kurang dekat dengan ayahnya karena orang tua nya berpisah sejak dia kecil. Dia merasa kehilangan sosok ayahnya. Namun, sekarang dia tersiksa setelah menjadi seorang Bapak. Dia merasa tersiksa mengetahui bagaimana rasanya menjadi seorang ayah dan membayangkan apa yang dirasakan oleh ayahnya saat ia menjadi lebih tertutup setelah perceraian. Penyesalan yang dia rasakan sampai sekarang adalah: kalau dia tahu ayahnya memang sulit untuk menjangkaunya, mengapa tidak dia yang memulai untuk lebih terbuka ke beliau.

Nah, berhubung baru-baru ini setiap pulang ke Indonesia, lagu “Lapang Dada” dari Sheila on 7 sering diputar di bus dan tempat umum, saya pun mengunjungi halaman youtubenya. Meskipun banyak orang condong mengartikan lagu ini adalah tentang move on dari mantan (seperti digambarkan di video klipnya), rupanya kalau membaca deskripsi videonya hal ini seperti yang diungkapkan Eross Chandra di interview yang saya tonton.

“Single Lapang Dada adalah sebuah lagu pop dengan beat medium yang ditulis oleh Eross dengan latar belakang hubungan pribadi 3 generasi, yaitu ayahnya almarhum, dirinya, anaknya. Ketika Eross sudah berumah tangga dan mempunyai anak, barulah dia bisa memahami hubungan antara seorang ayah dan anak. Tetapi secara general, lagu yang diisi dengan gitar mesin ini bermakna positif, sebuah ajakan untuk berlapang dada dan berusaha mengambil hikmah dari semua kejadian.”

Dalem ya rupanya Bung Eross kalau bikin lagu. (langsung bangga karena se-almamater hahaha)

Ya, memang tak pernah mudah saat kondisi yang ada tidak ideal, baik itu soal keluarga atau soal apapun. Kita terbiasa menyalahkan keadaan dan orang lain, serta membuat diri kita menjadi korban. Dan dengan perasaan itu, kita menerima segalanya begitu saja, seolah tak ada perubahan yang bisa kita buat untuk membuat kondisi menjadi lebih baik. Padahal jika kita mau berlapang dada, merendahkan hati, pasti ada perubahan yang bisa kita lakukan meskipun sedikit.

Dan, saat kita tersadar akan semua itu, mungkin hal pertama yang akan menghentikan langkah kita adalah sebuah pikiran: ah, sudahlah, toh selama ini kehidupan jalan terus dengan seperti ini. semuanya sudah terlanjur. Dan di sini lah ujiannya. Jika kita tahu kita selama ini berjalan di jalan yang salah, meskipun jalannya nyaman, apakah kita tidak khawatir untuk menjalaninya? Tidak ada terlanjur, untuk hal yang salah. Tidak ada kata terlambat untuk sebuah kebaikan. Putar balik, dan berkelok, selama itu membawa kita kepada jalan yang mengantarkan kita pada tujuan akhir kita, tentu adalah konsekuensi logis.

Jadi, kalau misalnya kita merasa kita orangnya jarang berkomunikasi dengan keluarga, mungkin kita harus terus berupaya meningkatkan komunikasi itu meski berat. Mungkin tidak instan dan tidak langsung berbuah, tapi kita tak boleh mengupayakan perbaikan sekecil apapun itu (kelak akan saya paparkan dengan analogi Adaptive Signal Processing). Paling tidak, jangan pernah matikan tekadmu untuk memulainya. 

Ada yang bilang juga sebagai manusia, kita harus mengutamakan keluarga. Teman, meskipun kita selalu merasa nyaman dengan mereka, mungkin pada suatu titik tidak akan merasa memiliki suatu ikatan dengan kita. Sedang keluarga adalah pertalian darah yang mutlak. Mereka yang pada akhirnya selalu ada untuk kita di saat sesulit apapun. (Saya masih punya banyak kisah hidup orang-orang yang saya temui yang semakin mendukung betapa pentingnya menjalin komunikasi dengan keluarga apalagi di saat kita mendapat tantangan hidup. Tapi mungkin saya simpan untuk postingan mendatang).

Dan, mungkin pada suatu titik lagi, kita akan memahami bahwa untuk sebuah tujuan yang sejati, ada pula yang lebih penting dari keluarga, yang tanpa pertalian dengannya dan dengan-Nya, maka akan menjadi sia-sia seluruh hidup ini. Saat kita menyadarinya, maka tak ada hal lain selain tangis sesal atas keterlambatan dan kelemahan tekad kita untuk menuju suatu Persahabatan dan Kekeluargaan yang abadi hingga akhirat nanti. Kita tahu betul bahwa saat waktu sudah tidak ada lagi, kita akan rela berjalan menujunya meski merangkak jika diberikan kesempatan. Dan, selama waktu masih ada, maka tidak ada kata terlambat.

*inspirasi menulis hari ini saat seorang teman mengatakan, “Gua tuh orangnya nggak deket sama keluarga, bukan tipe yang sering ngomong sama mereka.”