Lumut

Suatu hari saya bertemu dengan pemuda yang bercita-cita untuk bersatu dengan internet. Saat hendak berwudhu mendadak dia bersin dan mengeluarkan banyak ingus. Lalu saat melihat lumut, dia bertanya kepada saya.

“Gimana kalo lo terlahir sebagai lumut?”

“Nggakpapa sih, selama ada relung yang bisa gw isi dan menjadi bagian dari ekosistem.”

“Literally mengisi relung ya”

“Iya juga”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s