Samudera Ketunggalan dan Pertempuran Nilai

“Ma, ini tuh kayak pacaran sembilan tahun sama cewek yang kita nggak suka-suka amat gitu. Yang kita udah berusaha buat suka, tapi nggak bisa.”

Jumat, 6 Mei 2016. Sore hari sebelum perbincangan itu terjadi, saya sedang makan bubur kacang hijau di kantin. Minggu-minggu ke belakang banyak sekali yang berbincang dengan saya seputar studi saya. Seperti diwawancarai lagi rasanya, tentang mengapa saya ambil PhD.

Sebenarnya ceritanya agak panjang dan saya sudah menulis draft lagi tentang detailnya (draft lain, meski nggak tahu juga apa suatu saat akan selesai atau tidak, akan di-post atau tidak). Kalau mau disingkat pakai bahasa gaul, “I’m in a deep sh*t right now.” Saya ada di tumpukan kotoran akibat perbuatan saya sendiri.

Tapi, sore itu saya tersadar akan banyak hal. Dan segala hal itu bercampur aduk dan bermuara pada satu. Continue reading “Samudera Ketunggalan dan Pertempuran Nilai”

Pencarian Spiritual Manusia Tak Bertuhan

Tentang buku “Waking Up: A Guide to Spirituality Without Religion” dari Sam Harris, seorang neo-ateis yang cukup vokal dalam memerangi agama, terutama Islam. [Neo-ateis yang saya maksudkan di sini mengacu pada tokoh-tokoh intelektual barat (seperti biolog Richard Dawkin, fisikawan Lawrence Krauss, jurnalis Christopher Hitchens)  yang begitu mengedepankan rasio dengan konsekuensi: gencar “mempromosikan” ateisme (walaupun kata “promosi” tidak sepenuhnya tepat)]. Dia sendiri adalah seorang filsuf dan neuroscientist lulusan Stanford dan UCLA. Buku yang ditulisnya sendiri lebih seperti memoar pencariannya akan kebenaran (lebih banyak kontemplasinya daripada sainsnya).

Continue reading “Pencarian Spiritual Manusia Tak Bertuhan”

Kekasih Tak Akan Membiarkanmu Kehujanan

Matilah aku! Aku harus segera mendapatkan taksi. Sudah jauh-jauh datang kemari, apakah aku akan melewatkan perjanjian ini? Hanya demi berbagi riak tawa duniawi, aku habiskan waktuku di situ.

Maka aku pun menuju pintu keluar. Rupanya hujan. Banyak orang berjejer di depan pintu. Aku tanya kepada petugas keamanan, di mana taxi stand? Ia menjawab, di situ Mas, tapi yang menunggu sudah banyak. Aku pikir deretan orang itu, yang jumlahnya mungkin mencapai puluhan, sedang menunggu sesuatu. Tak kusadari, rupanya mereka sedang menunggu yang sama. Ya, puluhan orang itu menunggu taksi!

Continue reading “Kekasih Tak Akan Membiarkanmu Kehujanan”