Isya Tadi

Aku baru tersadar bahwa telah lama aku tak mengingat kematian dengan sungguh-sungguh. Bahwa dunia ini hanyalah sebuah kesementaraan.

Tadi pula aku mencoba membuka lagi al-Quran. Baru mengaji 2 ayat saja, fokusku teralihkan sehingga aku menyudahi. Tapi, ayat yang ku buka adalah al-Mulk ayat 2. Tuhan menciptakan kehidupan dan kematian semata-mata demi ujian.

Memang, terkadang kita tergoda untuk menuduh Tuhan tidak adil dengan segala aturan yang dibuat-Nya. Tapi, kita mau ikut siapa?

Oh iya, aku pikir, janji kita kepada Tuhan adalah janji tertinggi dan terdini. Janji-janji lain seharusnya akan ditimpa oleh janji ini. Janji bahwa kita mau ber-Tuhan tak boleh kalah dari janji-janji kepada manusia.

Aku rasanya ingin sekali memperbaiki hubungan dengan Tuhan. Tadi pun aku kembali berbincang dengan ibu untuk membicarakan ini semua. Dan, aku ingin menulisny di sini sebagai titik awal, niatan, supaya ketika aku membuka tulisan ini, aku jadi teringat lagi. Lalai lagi, ingat lagi, terus seperti itu.

Pernah kukatakan pada sahabatku bahwa mungkin hari ini aku lelah dengan semuanya, tapi suatu saat aku akan melihat ke belakang dan mengerti serta tak akan menyesali upayaku untuk terus mencoba, lagi-dan lagi.

Semoga Tuhan berkenan memberikanku kekuatan untuk mendekat kepada-Nya dan kembali ke rengkuhan serta perlindhungan-Nya.